MMM Indonesia
adalah sebuah SISTEM KEUANGAN, yang
mendistribusikan uang bebas para anggotanya, tanpa menyentuh atau menampung dana
tersebut, menggulirkan DANA BANTUAN kepada seluruh anggotanya secara bergilir,
yang dikontrol melalui Sistem Virtual, menggunakan Sistem Algoritma tertentu,
yang mampu menjaga kestabilan rasio 40:60 (untuk saat ini) sehingga bisa
menebarkan bantuan 30% dari total uang bebas para anggotanya.
mendistribusikan uang bebas para anggotanya, tanpa menyentuh atau menampung dana
tersebut, menggulirkan DANA BANTUAN kepada seluruh anggotanya secara bergilir,
yang dikontrol melalui Sistem Virtual, menggunakan Sistem Algoritma tertentu,
yang mampu menjaga kestabilan rasio 40:60 (untuk saat ini) sehingga bisa
menebarkan bantuan 30% dari total uang bebas para anggotanya.
MMM Indonesia Adalah...
Intinya,
MMM adalah sebuah sistem keuangan
terbaru (sekali lagi, bukan sistem bisnis), yang sangat canggih, sangat unik,
sangat legal..., sistem yang belum pernah ada disepanjang sejarah perekonomian. MMM adalah sistem yang menggugat hegemoni
sistem perbankan yang memonopoli uang bebas masyarakat dengan sistem pinjaman
dan bunga. MMM Indonesia adalah sistem yang akan merubah sistem hutang pada bank menjadi
sistem dana bantuan. MMM Indonesia adalah sistem keuangan modern yang akan
meratakan keadilan ekonomi rakyat diseluruh persada dunia. MMM adalah sistem
termutakhir yang akan mampu menghentikan laju monopoli kekayaan para bankir dan
para oligarki diseluruh dunia.
terbaru (sekali lagi, bukan sistem bisnis), yang sangat canggih, sangat unik,
sangat legal..., sistem yang belum pernah ada disepanjang sejarah perekonomian. MMM adalah sistem yang menggugat hegemoni
sistem perbankan yang memonopoli uang bebas masyarakat dengan sistem pinjaman
dan bunga. MMM Indonesia adalah sistem yang akan merubah sistem hutang pada bank menjadi
sistem dana bantuan. MMM Indonesia adalah sistem keuangan modern yang akan
meratakan keadilan ekonomi rakyat diseluruh persada dunia. MMM adalah sistem
termutakhir yang akan mampu menghentikan laju monopoli kekayaan para bankir dan
para oligarki diseluruh dunia.
MMM Indonesia Legal...
MMM
akan merubah sistem keuangan didunia ini,
yang sementara ini dikuasai dan dimonopoli oleh para bankir diseluruh dunia. MMM
akan merubah dari sistem pinjaman, hutang dan bunga..., menjadi sistem bantuan
(non pinjaman, non hutang) dan otomatis tanpa bunga. Besaran bantuan tersebut
untuk saat ini sebesar 30% perbulan kepada para anggotanya.
yang sementara ini dikuasai dan dimonopoli oleh para bankir diseluruh dunia. MMM
akan merubah dari sistem pinjaman, hutang dan bunga..., menjadi sistem bantuan
(non pinjaman, non hutang) dan otomatis tanpa bunga. Besaran bantuan tersebut
untuk saat ini sebesar 30% perbulan kepada para anggotanya.
Lalu
darimana MMM mampumemberikan dana bantuan 30% itu?
Untuk
memahami dari mana bantuan 30 % itu maka kita harus menjabarkan
beberapa hal
- BEDA, ANTARA SISTEM BISNIS & SISTEM KEUANGAN.<
- APAKAH UANG BEBAS DALAM SISTEM
KEUANGAN? - SEDIKIT LEBIH DALAM TENTANG
RASIO 10:90 - MMM MERUBAH PINJAMAN MENJADI BANTUAN
- DARI MANA MMM MAMPU MEMBERI PROFIT 30%?
Dalam SYSTEM BISNIS PROFIT didapat dari luar system tersebut bisa dari proses jual beli atau penyertaan modal (investasi) .
Dalam SISTEM KEUANGAN, profit didapat dari dalam sistem tersebut, yaitu dari "uang bebas", yang didistribusikan kepada masyarakat secara bergantian, yang biasanya menggunakan rasio 1:9, sebagaimana yang lazim diberlakukan pada sistem ban. Profit yang jenis ini, tidak difahami oleh kebanyakan masyarakat, mungkin memang sengaja disembunyikan, bahkan informasi yang sampai dimasyarakat "profit" tersebut difahami sebagai pinjaman dari bank, karena memang begitulah praktek yang terjadi pada sistem bank selama ini. Bahkan, sepanjang kajian saya, masalah ini telah dirahasiakan berabad-abat, hingga hari ini. Pada masalah inilah MMM menggugat sistem keuangan yang selama ini telah memperdayai masyarakat, kemudian MMM memberikan solusinya, mengembalikan "uang bebas" itu dalam bentuk "bantuan", bukan "pinjaman". Sejak 2012, MMM telah berhasil melaunching "Embrio Sistem Keuangan Termodern", merubah distribusi uang bebas masyarakat dari "sistem pinjaman" (yang mencekik masyarakat), menjadi "sistem bantuan" (yang melegakan masyarakat). 2. APAKAH UANG BEBAS DALAM SISTEM KEUANGAN? Agar lebih mudah memahami, kita tengok dulu ke Sistem Keuangan Bank, yang hingga kini masih diberlakukan. Uang bebas adalah uang masyarakat yang disimpan di bank, dalam bentuk tabungan, deposito, dan sebagainya. Terhadap seluruh uang bebas itu, bank kemudian memberlakukan rasio 10:90. Yang 10% sering disebut sebagai Cadangan Wajib, yaitu uang cash yang harus selalu siap untuk melayani masyarakat yang mengambil simpanannya. Sedangkan yang 90% sisanya adalah uang nganggur yang kemudian disebut sebagai "Kelebihan Cadangan". Cadangan wajib yang 10% tersebut dibagi menjadi 2 bagian, sebagian disebar ke mesin2 ATM, dan sebagian disimpan dalam brankas bank. Dan ternyata, selama berabad-abad, 10% ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan uang tunai para nasabahnya. Secara keseluruhan masyarakat hanya membutuhkan kurang dari 10% dari jumlah uang yang mereka miliki. Setiap hari memang ada masyarakat yang mengambil uangnya dari bank, tapi setiap hari juga ada masyarakat yang memasukkan uangnya ke bank. Sehingga proporsi 1:9 tersebut tetap terjaga dan dapat berjalan lancar hingga detik ini....
Karena, kemana lagi masyarakat akan menyimpan uangnya, adakah pilihan lain selain bank? Sedangkan uang yang 90% itu (uang masyarakat yang nganggur itu..., yang jumlahnya buuuaaanyak sekaleee itu....) kemudian dimanfaatkan oleh bank disaat ada masyarakat yang mengajukan pinjaman ke bank. Jadi, pada dasarnya, pada saat masyarat meminjam ke bank, mereka akan dipinjami dari uang masyarakat yang nganggur tersebut sebagai pinjaman dari bank (statusnya adalah hutang, dan masih dikenakan bunga yang lumayan tinggi dibandingkan bunga yang diberikan kepada masyarakat yang menyimpan). Apakah Anda bisa menangkap sebuah keganjilan dalam proses tersebut? Masyarakat menggunakan uang masyarakat, tapi statusnya menjadi hutang plus bunga. Lalu lihat, pihak mana yang diuntungkan dan pihak mana yang dirugikan? Kalau Anda cermat, mungkin Anda akan tersenyum geli. Kalau Anda lebih cermat lagi, kening Anda mulai menegang. Pabila Nurani Anda turut mencermati, Anda akan mulai menitikkan air mata.
3.
SEDIKIT LEBIH DALAM TENTANG RASIO 10:90
Rasio 1:9 ini, didunia perbankan sering disebut denga "Fractional Reserve Banking".
Yang 10% sebagai Cadangan Wajib (uang aktif), dan yang 90% sebagai Kelebihan Cadangan (uang nganggur). Secara akumulatif, masyarakat hanya membutuhkan 10% dari uang bebas. Rasio 1:9 tetap terjaga. Uang nasabah keluar masuk, transaksi setiap hari, ada debet ada credit. Rasio 1:9 tetap terjaga. Demikian itu berjalan dari sebelum jaman teknologi hingga kini. Rasio 1:9 tetap terjaga. Sekarang coba kita kalkulasikan...... Jika yang dipinjamkan ke masyarakat 10%, maka rasionya menjadi 2:8. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 10% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 20% untuk menjaga rasio 2:8. Itu berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 10% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 2:8 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 20%, maka rasionya menjadi 3:7. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 20% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 30% untuk menjaga rasio 3:7. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 20% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 3:7 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 30%, maka rasionya menjadi 4:6. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 30% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 40% untuk menjaga rasio 4:6. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 30% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 4:6 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 40%, maka rasionya menjadi 5:5. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 40% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 50% untuk menjaga rasio 5:5. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 40% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 5:5 tetap terjaga. Jadi, seandainya bank meminjamkan 40% ke masyarakat, bank tetap akan lancar, dengan rasio 5:5 terjaga. Seandainya masyarakat tak membayarkan hutangnya itupun, pihak bank masih bisa menjaga rasio 5:5. Cuma, tentu, jika begitu, para bankir tidak bisa menjadi milyuner lagi.....
Rasio 1:9 ini, didunia perbankan sering disebut denga "Fractional Reserve Banking".
Yang 10% sebagai Cadangan Wajib (uang aktif), dan yang 90% sebagai Kelebihan Cadangan (uang nganggur). Secara akumulatif, masyarakat hanya membutuhkan 10% dari uang bebas. Rasio 1:9 tetap terjaga. Uang nasabah keluar masuk, transaksi setiap hari, ada debet ada credit. Rasio 1:9 tetap terjaga. Demikian itu berjalan dari sebelum jaman teknologi hingga kini. Rasio 1:9 tetap terjaga. Sekarang coba kita kalkulasikan...... Jika yang dipinjamkan ke masyarakat 10%, maka rasionya menjadi 2:8. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 10% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 20% untuk menjaga rasio 2:8. Itu berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 10% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 2:8 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 20%, maka rasionya menjadi 3:7. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 20% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 30% untuk menjaga rasio 3:7. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 20% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 3:7 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 30%, maka rasionya menjadi 4:6. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 30% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 40% untuk menjaga rasio 4:6. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 30% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 4:6 tetap terjaga. Jika yang dipinjamkan ke masyarakat dinaikkan lagi menjadi 40%, maka rasionya menjadi 5:5. Itu berarti masyarakat punya modal sebanyak 40% dari total uang bebas yang ada di bank. Cadangan wajib bank juga mesti dinaikkan menjadi 50% untuk menjaga rasio 5:5. Berarti pula masyarakat punya hutang kepada bank 40% dari total uang bebas yang ada di bank. Jadi masyarakat akan dapat modal yang sangat banyak, sekaligus hutangnya ya sebanyak itu pula. Pihak bank tinggal nunggu hasil kerja masyarakat untuk membayar hutang plus bunga. Rasio 5:5 tetap terjaga. Jadi, seandainya bank meminjamkan 40% ke masyarakat, bank tetap akan lancar, dengan rasio 5:5 terjaga. Seandainya masyarakat tak membayarkan hutangnya itupun, pihak bank masih bisa menjaga rasio 5:5. Cuma, tentu, jika begitu, para bankir tidak bisa menjadi milyuner lagi.....
4. MMM MERUBAH PINJAMAN MENJADI BANTUAN. Setelah Anda memahami pengantar 1 sampai 3, yang intinya bahwa:
1. Sistem Keuangan Bank memungkinkan untuk mengelola uang bebas menjadi dana masyarakat. 2. Dengan rasio 5:5 yang tetap terjaga, memungkinkan masyarakan bisa mendapatkan dana sebesar 40% uang bebas. 3. Namun, karena kekuasaan monopolinya, para bankir malah menjadikannya sebagai uang pinjaman bagi masyarakat. Dari rasa kepedulian dan keprihatinan seorang Rusia bernama Mavrodi...., ditemukanlah Sebuah Sistem Keuangan Baru yang diberi nama MMM (Juni 2012). MMM merupakan singkatan bahasa Rusia “Moui Mouzheu Manoghea” terjemahannya “Bersama kita bisa berbuat banyak”. Kemudian sering disebut sebagai "Mavrodi Mondial Moneybox". Setelah masuk ke Indonesia (2012) sering dikatakan sebagai "Manusia Membantu Manusia".
JANGAN PENASARAN
SMS AJA KE 085 204 919 895
DENGAN FORMAT KETIK NAMA-ALAMAT-GMAIL-NO HP KIRIM KE 085204919895
Tidak ada komentar:
Posting Komentar